Tuesday, January 8, 2019

Manfaat Membaca Buku bagi Pelajar: Sebuah Opini

Menurut studi “Most Literred Nation in the world” yang dilakukan oleh Central Connecticut State University pada tahun 2016 lalu, Indonesia menempati posisi 60 dari 61 negara dalam hal minat baca. Sangat memprihatinkan ketika melihat hasil studi tersebut, ditambah lagi menurut data Perpustakaan Nasional tahun 2017, orang Indonesia rata-rata hanya membaca tiga sampai empat kali per minggu, sementara jumlah buku yang dibaca hanya lima sampai sembilan buku per tahun.
Banyak hal yang membuat minat baca masyarakat Indonesia sangat rendah. Minimnya akses mendapatkan buku di daerah terpencil membuat masyarakat daerah terpencil memiliki minat baca yang rendah. Sementara itu, masyarakat kota yang memiliki akses mudah mendapatkan buku lebih tertarik dengan bermain internet dari pada membaca buku. Melihat pertumbuhan teknologi yang pesat serta akses internet yang mudah dijangkau menyebabkan masyarakat lebih tertarik berselancar di internet menggunakan gawainya dibandingkan melakukan aktivitas membaca buku. Padahal, membiasakan membaca buku sejak dini merupakan aktivitas yang seharusnya ditanamkan agar menjadi sebuah kebiasaan karena terdapat banyak manfaat dari membaca buku. Beberapa manfaat membaca buku bagi pelajar adalah sebagai berikut:
1.      Membaca buku dapat memperbanyak kosa kata yang tentunya akan memberikan banyak keuntungan. Ketika kamu memiliki banyak kosa kata dari buku yang dibaca, maka akan memudahkanmu saat berbicara, kemudian kamu bisa berbicara dengan baik dengan memilih kosa kata yang beragam sehingga membuatmu lebih percaya diri ketika sedang berbicara dengan partner bicara. Selain itu, ketika kamu memiliki kosa kata yang banyak, kamu akan lebih mudah mempelajari bahasa baru karena kemampuan bahasa didukung oleh kosa kata yang banyak dan beragam. Sebagai tambahan, memiliki banyak kosa kata juga dapat membuatmu bisa meningkatkan kemampuan berkomunikasi melalui pertukaran informasi yang kamu miliki.
2.      Membaca buku juga dapat menambah wawasan tentang berbagai topik yang sebelumnya tidak dimengerti atau belum diketahui sama sekali. Ketika kamu membaca buku tentang berbagai topik, hal itu akan membuat pengetahuanmu bertambah dan membuat pikiranmu menjadi lebih terbuka serta melihat sesuatu tidak hanya pada satu sisi saja. Saat kamu membaca buku dengan pemahaman yang mendalam, maka kamu dapat dengan mudah mengerti topik dengan lebih detail. Hal tersebut berguna saat kamu sedang menghadapi suatu masalah, kamu akan lebih mudah mengatasi masalah tersebut karena memiliki wawasan yang luas tentang berbagai topik dari buku yang pernah dibaca sehingga membuatmu memiliki banyak pilihan dalam mengatasi masalah tersebut.
3.      Membaca buku berguna untuk membuat kamu terus berpikir kritis dan terbuka pada berbagai pandangan baru. Membaca buku membuatmu berpikir kritis terhadap suatu topik karena ketika membaca membuat pikiran terbuka dan mempertanyakan kembali pandangan terhadap suatu hal. Proses tersebut sangat baik bagi otak karena membuat otakmu berpikir kreatif dan kritis. Dalam proses berpikir kreatif saat membaca tersebut akan membuatmu mampu memproyeksikan kesimpulan dari informasi yang tersedia. Akibatnya adalah pikiran kamu akan lebih terbuka pada suatu hal dan akan menumbuhkan kepekaan sosial pada dirimu.
Berdasarkan penjelasan di atas dapat diketahui banyak manfaat dari membaca buku tetapi tidak semuanya bisa dipaparkan di sini. Dapat disimpulkan bahwa membaca buku merupakan kebiasaan baik yang dapat memberikan banyak manfaat. Oleh karena itu, sudah saatnya kita menerapkan kebiasaan membaca buku sebagai kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari sehingga angka minat baca masyarakat Indonesia akan meningkat. Ketika angka minat baca di Indonesia meningkat, maka akan memberikan keuntungan pada bidang-bidang lainnya juga. Mulailah membaca buku dengan topik yang ringan atau setidaknya menarik bagimu, tidak usah langsung membaca buku, coba buka buka satu lembar sampai tidak terasa sudah berlembar-lembar. Mari tanamkan gemar membaca sejak dini sebagai kebiasaan baik untuk Indonesia yang lebih baik. 
Baca Selengkapnya

Sunday, January 6, 2019

Surat untuk Desember

Pada jiwa yang kusebut cinta,
Ada banyak hal yang ingin kujelaskan, namun sulit kujelaskan,
Tentang bagaimana isi hatiku padamu, tentang kamu di pandangku,
Tentang kasih dan kisah kita.
Kukirimkan surat ini teruntuk dikau; jiwa yang kucinta,
Agar kau tahu bagaimana isi hati, agar kau nanti bisa memahami, agar kau tak salah paham lagi,
Karena lebih mudah bagiku menuliskannya daripada mengutarakan secara langsung.
Pada jiwa yang kusebut cinta,
Aku masih ingat betul bagaimana kita berjumpa di tempat yang penuh kisa nun jauh di sana,
Aku masih mengingat dengan jelas bagaimana awal kita berkenalan,
Lalu semua kenangan setelah itu masih terpatri di memoriku,
Tentang hari-hari di mana kau mencoba mendekatiku,
Tentang tempat pertama yang kita kunjungi kala sore hari hampir senja,
Tentang gerak-gerikmu yang salah tingkah,
Tentang bersepeda beriringan berdua,
Tentang kisah-kisahmu yang membuatku terpana.
Tahukah kau, saat itu aku yang masih terluka sebab masa lalu kemudian perlahan-lahan mumbuka hatiku,
Semua luka-lukaku diperbaiki oleh hadirmu.
Sampai pada suatu ketika, hatiku membuncah, hariku penuh warna sebab segala tawa yang kau bagi padaku, hingga membuat sendu tak sudi mengganggu.
Sampai tiba pada satu titik, aku sadar bahwa aku jatuh hati pada caramu yang jatuh hati padaku!
Aku menjadi salah satu wanita yang bahagia sebab kau cintaiku; reda hatiku, tenang jiwaku!
Pada jiwa yang kusebut cinta,
Setelah sekian lama kita bersama,
Apakah rasa cinta mudah datang dan pergi sesuka hati?
Aku menyayangimu dan rasa itu menetap di hatiku, namun apakah kau pun begitu?
Mengapa kau mendiamkanku? Mengapa datang dan pergi sesukamu?
Segala hal tentangmu menjadi sebuah kebingungan bagiku dan rasa takut akan kehilanganmu semakin menguasai diriku!
Persetan dengan hatimu yang tiba-tiba bercabang!
Mengapa juga kau hadirkan dia? Lantas aku ini apa atau siapa bagimu?
Apakah aku adalah yang ada dan yang tiada?
Semua harapan-harapan yang kau beri adalah utopia,
Semua kata manis yang kau ucap adalah mungkin isapan jempol belaka,
Dan semua kasih dan kisah yang kubagi adalah sia-sia, sebab kau tak sadari, sebab kau tak syukuri!
Tak mengapa, aku mencoba menguatkan diri sendiri!
Coba kau resapi ini;
Sebelum aku hilang ditelan keabadian, semoga kau sadar bahwa aku ada bukan untuk disia-siakan,
Sebelum kau pergi dan atau hilang dari semestaku, coba kau tanya pada sajadah hitam itu berapa banyak kusebut namamu dalam doaku.
Pada jiwa yang kusebut cinta,
Sudahkan kau melupakannya?
Sudah cukup hatimu patah sebab ia yang tak sekalipun menghargaimu!
Sudahkah kau menyadari bahwa aku punya tulus yang tak bisa ia beri?
Sudahkan kau mengerti bahwa aku punya kasih yang terkasih?
Sudahkah kau pahami bahwa hatiku hanya ada kau seorang diri?
Kamu berhak bahagia, maka lihatlah aku, sadarlah, dan kembalilah
Baca Selengkapnya

Surat untuk November

Kau hadir lagi, selamat datang kembali di hatiku yang masih ada kamu.
Kau datang lagi pada hariku yang masih saja penuh dengan rindu padamu,
Tuan pemilik sejuta cerita, yang tetap menjadi jiwa yang kucinta, aku senang sekali pada akhirnya kau kembali padaku,
Betapa aku bahagia kala kau jelaskan semua rasa yang masih ada dalam hatimu sampai aku tersipu hingga berlinang air mataku; tenang ini bukan air mata duka melainkan suka cita.
Tuan pemilik hati yang kembali lagi ke dekapan hatiku yang masih ada kau di situ, aku ingin memulai kembali merangkai cerita denganmu;
Aku tentu ingin membersamaimu sekalipun raga kita tak beriringan, tentunya belum, tapi tenang aku masih akan tetap dan selalu mendukungmu dan mendampingimu sekalipun dalam masa terpurukmu.
Aku ingin menjadi wanitamu, satu-satunya wanita yang kau cinta yang ada di hatimu dan hidupmu, tentu setelah ibumu dan kakakmu, tapi Tuan kumohon jangan hadirkan lagi wanita lain!
Kau sudah tahu betapa sakitnya aku ketika kau masih mengejar wanita lain, jangan lagi, kumohon! Rasanya sungguh perih, coba saja kau ada di posisi diriku yang sakit sekali kala itu; cukup Tuan, kau harus syukuri apa yang kau miliki.
Berjalan bersamamu adalah salah satu momen terindah dalam hidupku, aku suka berjalan beriringan bersamamu, aku suka caramu memperlakukanku, aku suka melihat tingkahmu yang lucu, aku suka mendengar semua ceritamu, aku suka merasakan rasa ini.
Aku selalu mendoakan yang terbaik untukmu, semoga semua ini tetap abadi.
Tuan terima kasih, kau adalah laki-laki baik, aku percaya itu! Aku titipkan rasa ini, jaga baik-baik ya!

Ada kalanya aku ragu, pun juga kamu. Tapi kumohon percayalah kita akan bisa melaluinya. 
Baca Selengkapnya

Saturday, October 6, 2018

Surat untuk Oktober


Cara mencintai kau yang paling aku suka: kau tidak mencintaiku.
Ada lebih banyak perihal penting untuk tidak kukejar dan kukerjakan.
Tinggal atau tinggalkan rumah. Jalan jauh dan jatuh hati—dan lari dari segala yang mesti dan pasti.
Setiap hari dan aku menjadi
sendiri.
Seperti daun lepas dari dahan menimpa bayangan sendiri di permukaan air.
Aku juga mencintai diriku—tetapi siapa aku?
(Penggalan puisi dalam Sebelum Sendiri karya M Aan Mansyur)
Penggalan puisi tersebut merepresentasikan apa yang sedang kurasakan saat ini.
Padamu, jiwa yang kucinta dan kumengerti, namun belum juga mengerti...
Aku lebih memilih menangis dari pada aku langsung membalas pesanmu. Entah kamu sekarang sedang memikirkanku yang tidak langsung membalas pesanmu atau malah kau tidak peduli sama sekali. Yang jelas saat ini butiran bening halus masih mengalir di dua belah pipiku, tetapi tentu saja aku menangis di kamar, sendirian, seperti kamu yang memintaku untuk jangan mudah menangis kecuali ketika sedang sendirian di kamar.
Aku masih bertanya-tanya mengapa saat aku mengutarakan perasaanku yang sedang merindukanmu tetapi kau menanggapinya seolah itu adalah sebuah candaan (dengan emotikan tertawa terbahak yang kau kirim).
Aku hanya heran, apakah aku tidak boleh merindukanmu? Bukankah rindu adalah perasaan yang wajar? Mengapa kau menanggapinya dengan begitu?
Aku bertanya-tanya, saat membalas pesanku sebenarnya bagaimana perasaanmu? Apakah sama dengan emotikon yang kamu kirimkan? Ataukah kau hanya berpura-pura tegar?
Aku masih belum mengerti sebenarnya apa yang terjadi padamu? Mengapa kau mengabaikanku? Apakah aku sekarang tidak berarti lagi? Lalu, apa makna dari ucapanmu yang dulu?
Aku sangat rindu, aku rindu dirimu yang dulu...
Tentu saja aku memikirkan diriku sendiri, aku peduli dengan pendidikanku. Namun, apakah aku juga tidak boleh memedulikanmu disamping aku yang memedulikan kehidupanku? Apakah aku tidak boleh memiliki perasaan padamu?
Aku adalah bukan benda. Aku manusia biasa...
Kembalilah, jangan berpura-pura tak peduli.
Kembalilah, tidakkah kau rindu?
Kembalilah, kembalilah jiwa yang kucinta.
Kembalilah, jiwamu yang dulu.
Kembalilah, aku rindu...


Baca Selengkapnya

Surat untuk September

September ceria, september penuh cerita, aku bersyukur atas segala nikmat yang telah Tuhan berikan kepadaku di bulan kelahiranku.
Aku bersyukur telah dilahirkan ke dunia oleh seorang wanita yang hebat yang darinya aku belajar kesabaran, perjuangan, kebaikan, dan banyak hal.
Aku bersyukur karena aku telah sampai di titik ini, tetapi aku tidak berpuas diri aku tetap harus melakukan yang terbaik di hari-hariku.
Aku bersyukur karena aku dikelilingi oleh orang-orang baik yang dari mereka aku belajar banyak hal.
Aku bahagia karena aku sadar bahwa aku dikelilingi oleh orang-orang yang menyayangiku.
Beban yang berat terasa ringan karena aku menyadari bahwa banyak orang yang mendukungku.
Isak tangis yang selalu mewarnai malam-malamku akan berganti dengan senyum bahagia.
Aku akan menyusun rencana baru, visi misi baru, tujuan hidup yang baru. Ya, aku harus berharapan baik pada Tuhan.
Aku akan melangkah dengan semangat baru, harapan yang baru, dan mimpi yang baru.
Aku akan membanggakan orang-orang yang kusayangi, aku harus bisa!
Aku akan berjalan dengan keberanian melangkah menuju kesuksesanku!
Dan satu hal yang harus aku ingat bahwa aku tidak boleh dan tidak akan menyerah!
Doakan aku selalu...


Baca Selengkapnya

Wednesday, September 19, 2018

Surat untuk Agustus


Mengapa kau mendiamkanku lagi?
Ada apa denganmu?
Pertanyaan itu selalu terlintas di benakku
Apakah kau tahu bahwa aku mengkhawatirkanmu?
Namun nampaknya kau tak mengacuhkanku
Mengapa? Aku bingung sendiri...
Aku tidak mengerti, sama sekali tidak mengerti!
Apakah aku salah?
Jika tidak, lantas mengapa?
Baru sekejap saja aku merasakan bahagia, bisa bertemu kamu lagi, bisa bercakap lagi, lalu tiba-tiba hilang lagi!
Mengapa harus aku?
Mengapa tak ada waktu untuk aku?
Tidakkah kamu tahu bahwa aku butuh kamu!
Aku sangat rindu!
Mengapa tidak kau temaniku melawati masa-masa terberat dalam hidupku?
Mengapa kita tidak berjalan beringinan, bergandengan tangan
Mengapa memilih pergi?
Atau jikalau kau sedang berada di dalam masa-masa terberatmu, mengapa tidak kau bagi saja denganku?
Aku tidak mau berasumsi apapun tentangmu karena aku takut asumsiku keliru
Aku mencoba untuk diam, meskipun otakku penuh akan pertanyaan tentangmu
Mengapa kau mengabaikanku?
Yang kutanamkan dalam diri bahwa sekarang kau sedang baik-baik saja,
Bahwa mungkin kau sibuk dengan kehidupanmu,
Bahwa aku memang bukan sesiapa bagimu,
Bahwa memang entah...
Jadi aku mencoba untuk tidak bertanya lagi because when you already know that the answer will hurt you, respect your heart and don’t ask!
Dan berdamailah dengan dirimu sendiri...


Baca Selengkapnya

Tuesday, September 11, 2018

Surat untuk Juli


Aku ingin menceritakan tentang jiwa yang kucinta padamu, Juli.
Juli yang hangat, panas, penuh semangat, dan hari-hari yang menyenangkan.
Juli, aku ingin selalu bertemu denganmu.
Juli, engkau begitu mengagumkan,
Aku suka di bulan Juli.
Aku bahagia,
Bulan bersinar, bintang berkedip, angin berhembus mesra
Hatiku membuncah disapa kekasih hati yang datang lagi setelah lama pergi
Malam menjadi saksi bagaimana dia menghubungi aku lagi.
Di kota ini, kota kecil penuh cerita tentang petualangan, persahabatan, dan tentang dia.
Aku gembira,
Cinta lama yang kutunggu, rindu yang berbalas, cinta yang datang kembali
Wahai Mahacinta, terima kasih Kau kirimkan dia yang sebuah jiwa yang hatinya tertaut pada-Mu...
Hatiku berbunga, malam dingin jadi saksi bagaimana dia yang kucinta menyatakannya lagi
Hatiku hangat, hatiku tenang, aku mencinta dan aku dicinta.
Aku terkesan dengan caramu mencintaiku dan memperhatikanku,
Aku terkagum dengan cara berpikirmu,
Aku mau denganmu, hanya kamu.
Tentang ribuan rindu yang menuntut temu, ah sudahlah aku akan selalu sabar menanti waktu yang tepat karena rinduku bukan tentang jarak yang membentang diantara aku dan kamu,
Rinduku selalu hadir karena kau sudah ada di dalamku.
Wahai jiwa yang kucinta, tetaplah seperti ini dan bertahanlah hingga akhir waktu,
Karena aku jatuh hati padamu.

Baca Selengkapnya