Thursday, April 2, 2015

Grammar untuk TOEFL

Hi guys... disini saya akan memberikan materi-materi yang sering diujikan dalam TOEFL (Test of English as Foreign Language) check this out!

Degree of Comparison (Tingkat Perbandingan)
Ada tiga jenis tingkat perbandingan yaitu Positive comparison, Comparative Degree dan Superlative Degree
1.      Positive Comparison
Yaitu membandingkan suatu benda yang sederajat/sama.
Rumus :

Subject+ To Be+ As+Adjectives+ Object
           
            Contoh :
- I am as beautiful as Taylor (saya secantik taylor)
- Albert is as genius as Thomas (Albert sejenius Thomas)
- Ajeng is as clever as Sarah ( Ajeng sepandai Sarah)
*kunci positive degree cirinya as … as
2.      Comparative Degree
Yaitu perbandingan yang membandingkan dua benda /orang. Comparative degree dapat dibentuk dengan menambahkan akhiran –er/more dan than.
Rumus :
Subject + To Be + More/-er + Adjectives + Than + Object

            Contoh :
-          Rina is smarter than Rika ( Rina lebih pintar dari Rika)
-          Orange juice is cheaper than soft drink ( jus jeruk lebih murah dari soft drink)
-          Physich is more difficult than Mathematic ( Fisika lebih susah dari pada matematika)
-          Japanese is more interesting than Korean ( Jepang lebih menarik dari pada Korea)

*kunci comparative cirinya … than …
3.      Superlative Degree
Yaitu perbandingan yang membandingkan lebih dari dua benda dan memiliki makna paling.
Superlative dapat dibentuk dengan penambahan akhiran –est/most dan menggunakan artikel the yang berada sebelum –est/most.
Rumus :
Subject + To Be + The Most/-est + Adejectives+ Object

Contoh :
-          The Ant is the smallest animal ( semut adalah hewan paling kecil)
-          Elephant  is the biggest animal of all (gajah adalah hewan paling besar)
-          Mr. Siwon is the most famous people is South Korea ( Mr. Siwon orang paling terkenal di Korea Selatan)
-          Mr. Harry Potter is the most handsome boy in magic world ( Mr. Harry Potter yang paling tampan di dunia sihir)

*kunci superlative degree cirinya the most/-est…

Pembentukan Comparison of Adjectives
            Sebagian kata sifat yang digunakan dalam pembentukan comparative dan superlative degree mengalami perubahan dengan penambahan more/-er untuk comparative dan the most/-est untuk superlative degree. Perubahan adjective (kata sifat) pada pembentukan comparative dan superlative degree tergantung pada suku kata dari kata sifat tersebut. Berikut ini penjelasannya:
1.      Untuk adjectives yang memiliki satu suku kata (one sylabe word)
a.       Tambahkan –er untuk comparison dan –est untuk superlative
Contohnya :


Adjective
Comparative
Superlative
Small
Smaller
Smallest
Old
Older
Oldest
Tall
Taller
Tallest
Low
Lower
Lowest
Young
Younger
Youngest
Rich
Richer
Richest
Soft
Softer
Softest
Sweet
Sweeter
Sweetest

b.      Adjective yang berakhiran dengan huruf vocal (a,i,u,e,o) untuk comparative hanya tambahkan er dan untuk superlative tambahkan est.
Adjective
Comparative
Superlative
Late
Later
Latest
Nice
Nicer
Nicest
Wide
Wider
Widest
Large
Larger
Largest
Rude
Ruder
Rudest

c.       Adjective yang diakhiri –y untuk bentuk comparative dan superlativenya dengan cara mengubah y menjadi i, lalu tambahkan akhiran er atau est.
Adjective
Comparative
Superlative
Funky
Funkier
Funkiest
Lucky
Luckier
Luckiest
Angry
Angrier
Angriest
Funny
Funnier
Funniest

d.      Jika adjective diakhiri oleh huruf konsonan dan sebelumnya didahului oleh huruf vocal , maka comparative dan superlative degreenya dengan cara mendouble konsonan yang sama diakhir kata lalu tambahkan akhiran era tau est
Adjective
Comparative
Superlative
Fat
Fatter
Fattest
Big
Bigger
Biggest
Thin
Thinner
Thinnest
Wet
Wetter
Wettest


2.      Untuk adjective dengan  dua suku kata ( 2 sylable word)
a.       Jika adjective diakhiri dengan y, tambahkan er untuk comparative dan est untuk superlative.
Contoh:
Adjective
Comparative
Superlative
Busy
Busier
Busiest
Ugly
Uglier
Ugliest

3.      Adjective lebih dari dua suku kata
Untuk adjective lebih dari dua suku kata, maka untuk comparative ditambahkan more sedangkan untuk superlative ditambahkan most.
Contoh :
-          My mom is more beautiful than your mom.
-          My book is more interesting than yours.
-          The tuna salad is more expensive than the roast beef.
-          The iced tea is the most expensive among all beverages.
4.      Irregular Comparison
Yaitu pembentukan adjectives untuk comparative dan superlative yang tidak mengikuti ketentuan-ketentuan diatas.
Adjective
Comparative
Superlative
Far
Farther/further
Farthest/furthest
Good
Better
Best
Old
Older /elder
Oldest/eldest
Much/many
More
Most
Little
Less
Least
Bad
Worse
Worst


semoga bermanfaat dan selamat belajar^^
Baca Selengkapnya

CERPEN - Don't Judge Me (Part 1)

DON’T JUDGE ME!

Afifah F
NB: cerita ini terinspirasi dari lingkungan dan sahabat saya, cerita ini murni ide saya, hargai karya saya dan jangan mengcopy paste. 
terimakasih untuk semua orang yang telah menginspirasi

Apa yang kamu rasakan ketika kamu dituduh melakukan hal yang sebenarnya tak pernah kamu lakukan? Sakit hatikah? Atau biasa saja? Dan apa yang kamu rasakan ketika hal itu benar-benar terjadi pada dirimu dalam kehidupanmu? Aku tak tak tahu awal dari semua ini yang jelas intinya aku dituduh melakukan hal yang tak pernah sama sekali aku lakukan! Bahkan untuk memikirkannya saja aku tak pernah, tak akan pernah tega! Aku tak tahu siapa yang benar dan mana yang salah dan yang jelas aku tak tahu akar dari permasalahan ini ada dimana. Aku bukan maling yang ketangkap basah, bukan itu! Aku juga bukan orang yang dituduh mencuri, sama sekali bukan! Aku hanya seorang yang dituduh merebut pacar sahabatku, bahkan sahabatku sendiri yang menuduhku! Ini gila, ini benar-benar gila! Aku tak tahu mengapa dia yang notabene adalah sahabatku tak memercayaiku! Tidak kawan, aku bukanlah perusak hubungan orang, terlebih dia sahabatku. Aku tidak pernah, sama sekali tidak pernah menyukai kekasih sahabatku, entahlah aku benar-benar bingung mengapa dia menuduhku. Bukannya aku tak mencoba mencari tau mengapa dia menuduhku, bukan! Aku berkali-kali meminta penjelasan padanya mengapa dia tiba-tiba datang padaku, memarahiku, menuduhku lalu meninggalkan aku sendiri dengan sejuta pertanyaan yang menari-nari diotakku. Sakit sekali, hati ini sakit mengapa orang yang dilanda asmara itu melumpuhkan logikanya sehingga dia tak berfikir panjang dan kecemburuan itu benar-benar diambang batas., lalu akulah sasarannya. Seolah polisi yang kehilangan buronannya lalu menemukanku yang berada dipososi kurang tepat, dia menangkapku tanpa alasan yang jelas dan aku terjebak.
***
Siang itu pukul 2, matahari bersinar sedang terik-teriknya menimbulkan efek hawa panas yang menyelimuti ruang kelasku saat jam terakhir pelajaran hari ini sekitar satu jam lagi akan usai. Suasana kelas terlihat gaduh, terdengar gelak tawa murid dikelas ketika guru menerangkan sesuatu yang mencoba mencairkan suasana kelas karena sebagian muridnya sudah kehilangan konsentrasi dan nampaknya beberapa murid tak bisa fokus dengan pelajaran. Hari itu adalah penghujung oktober, matahari masih bersinar dengan terang belum ada setetes air hujan yang membasahi tanah kering ini nampaknya kemarau kali ini panjang menimbulkan efek dehidrasi pada setiap orang, suhunya sangat panas, kering dan ingin sekali cepat beranjak ke desember lagi, ingin cepat merasakan dingin lagi. Ini benar-benar membosankan, udara yang panas, jam pelajaran terakhir yang benar-benar menyebalkan, guru yang sedari tadi bercerita tentang entahlah tentang apa karena sedari tadi aku mengantuk, terlebih mendengar suara guruku yang benar-benar membuatku ingin memejamkan mata. Beruntung aku duduk dibangku barisan belakang jadi lebih aman jika benar-benar aku tertidur serta aku tidak perlu berpura-pura menyimak apa yang beliau sampaikan, berpura-pura fokus maupun berpura-pura konsentrasi, itu tak perlu. Kulirik jarum jam yang rasanya lambat sekali putarannya, aku ingin cepat pulang! Kenapa sejak tadi rasanya jarum jam masih disitu saja dan mengapa rasanya waktu berjalan sangat lambat.
Drt…drt…drt…
Suara getaran terdengar dari dalam tasku, kurogoh bagian tas yang menyimpan handphoneku, kulirik apa yang tertera didalamnya.
One message from “my bestfriend rere”
Aku tersenyum saat membaca apa yang tertera di screan saver hpku.” Tumben Rere sms.” gumamku dalam hati, tanpa berfikir panjang ku buka pesan singkat dari Rere.
“cie Anggun selamet yah ngga nyangka kamu setega ini sama aku, jadian sama radit selamet ya…”
Deg! Kenapa Rere mengirim pesan seperti itu kepadaku, aku benar-benar tak habis pikir, aku tak salah baca kan? Ku baca ulang pesan dari Rere, ku simak baik-baik isi pesan itu namun isinya tetap sama seperti apa yang pertama ku baca. Jantungku berpacu dengan cepat, aku terus berpikir kesalahan apa yang pernah kubuat? Kenapa Rere menyangka aku jadian dengan Radit yang notabene pacarnya. Ish menyebalkan otakku seperti lumpuh, aliran darahku seperti berhenti mengalir, rasanya seperti tak ada lagi denyut ditubuhku, tubuhku kaku! Aku terdiam cukup lama.
“Anggun, kamu kenapa?” Tanya Caca yang duduk semeja denganku yang sukses menyadarkanku
“ngga papa ko.” jawabku, maaf ca aku berbohong sebenarnya aku sedang tidak baik-baik saja. Ku taruh hp kedalam tas lagi, tak berniat untuk membalas pesan Rere sekarang karena guruku masih setia berkoar didepan kelas, ku tunggu sampai jam pelajaran usai saja. Aku masih memikirkan isi pesan itu, hati ini benar-benar sakit! aku tak tahu mengapa dia seperti itu, aku tak tahu mengapa dia menuduhku. Tiba-tiba butiran halus mengalir dari dua belah pipiku, aku tak bisa menahan butiran bening ini agar tidak jatuh dari pelupuk mataku.
“hey kenapa kamu nangis? Ada masalah?” Caca bertanya lagi dan lagi-lagi aku hanya menggelengkan kepala dan berujar “ngga papa ko.” lalu dengan cepat aku mengusap pipiku, aku tak mau ada yang melihatku menangis. Aku menangis bukan karena aku merasa bersalah, bukan juga karena tuduhan itu benar, bukan! Aku hanya merasa seperti ada sesuatu dibalik ini, dan aku belum tahu sesuatu itu apa..
Tet…tet…tet…
Suara bel menggema diseluruh penjuru sekolah menandakan jam pelajaran telah usai, murid-murid bersorak gembira lalu bersiap-siap untuk segera meninggalkan kejenuhan dikelas dan kepenatan disekolah. Gerbang sekolah terlihat ramai, murid-murid berhamburan keluar, menyeberangi jalan lalu menimbulkan kemacetan didepan sekolah, selalu seperti itu saat jam pulang tiba jalan raya ini selalu macet, suara klakson dimana-mana, mobil-mobil berderet rapi seolah tak mau perjalanannya terganggu hanya karena jam pulang sekolah kami dan lucunya sekolah kami seperti traffic jam maker karena setiap jam 3 lebih dijalan raya depan sekolah selalu macet. Aku, Caca, Vita, Iren, Alma, dan Yuna selalu pulang bareng karena rumah kami satu arah dan terlebih kami telah bersahabat sejak kelas 10. Aku bahagia ketika kami pulang bersama karena kami selalu bercanda menceritakan sesuatu hal yang lucu sepanjang perjalanan pulang, gelak tawa kami memecah udara siang yang panas ini. Disela tawaku, aku terpaku teringat isi pesan Rere padaku, hati ini kembali sakit dan sejurus kemudian air bening mengalir dari pelupuk mataku mengaliri dua belah pipiku, aku tak bisa membendungnya…
“Anggun, kamu kenapa?” Tanya Yuna yang mengetahuiku kalau aku menangis.
“Ngga papa ko, Cuma sakit aja matanya.” Jawabku berbohong, entahlah aku belum bisa menceritakan pada sahabat-sahabatku, ini terasa berat.
“Serius? Ada masalah yah?” kali iniAlma yang bertanya.
“Ga ada ko, tenang aja.” Jawabku sambil tersenyum getir, aku menyeka sisa-sisa air mataku tapi kulihat mereka cemas memandang sekali lagi aku meyakinkan bahwa aku tidak apa-apa, untung saja mereka percaya padaku.
***
Setelah aku turun dari angkutan umum, aku langsung menyusuri gang menuju rumahku. Dalam perjalan aku masih memikirkan isi pesan Rere, berfikir tentang kata-kata apa yang harus ku balas padanya, lalu sejurus kemudian aku mengeluarkan handphone dari saku baju seragam dan mengetik pesan untuk Rere.
Untuk  : Rere
Jadian sama Radit? Apa maksudnya?
Lalu kutekan tombol send, dalam beberapa detik pesan telah dikirim, sambil berjalan menuju rumah aku menunggu balasan dari Rere. Beberapa menit kemudian aku telah sampai depan rumah namun belum ada balasan dari Rere, ku buka gerbang rumahku lalu kemudian ku masuki rumah sederhanaku tanpa melepas sepatuku, aku langsung bergegas ke kamarku tanpa memperdulikan ibu yang berteriak memarahiku karna aku tak mengucap salam dan tak mencium tangannya. Aku tak peduli, aku ingin segera memeluk bantal kesayanganku lalu menyembunyikan kepalaku, aku ingin menangis! Aku ingin berteriak!
Satu jam kemudian aku masih terisak, mataku sudah sembab, perutku lapar tapi rasanya malas untuk keluar kamar. Kudengar ibu menggedor kamarku, beliau memintaku untuk segera makan tapi aku tak menghiraukannya. Kucari handphone ku ingin memastikan apakah ada balasan dari Rere tapi hasilnya nihil Rere belum membalasnya lalu kuputuskan untuk mengirimnya pesan lagi karena aku ingin penjelasan darinya.

Untuk  : Rere
Jadian sama Radit? Sumpah demi Tuhan ngga! Kenapa nyangka kaya gitu?
Send, terkirim. Aku resah menunggu balasan dari Rere, aku benar-benar penasaran sebenarnya apa yang terjadi, aku benar-benar ingin tahu kronologi kejadian ini, tiba-tiba handphone ku bergetar, yeah Rere membalasnya, aku langsung membukanya.
Tanya aja ke Radit
Ya ampun jawaban macam apa itu, aku butuh penjelasan bukan malah berputar-putar seperti ini, aku pun langsung membalasnya untuk meyakinkan bahwa aku tak bersalah.
Rere, saya ngga pernah jadian sama Radit, saya ngga pernah pacaran sama Radit, saya ngga pernah suka sama Radit. Maaf kenapa kamu nyangka kaya gitu, sedangkan saya ngga kaya yang kamu sangka re. Tolong re jelasin kenapa kamu nyangka kaya gitu, kalo saya punya salah saya minta maaf. Tapi sumpah saya ngga ngerebut Radit ;(
Air mata ini berurai ketika aku mengetik pesan ini, aku sungguh tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Sudah dua tahun aku jarang bertemu Rere semenjak kami memutuskan untuk melanjutkan sekolah SMA yang berbeda dan setelah itu aku jarang menghubunginya bukan karena sombong atau melupakannya hanya saja kami sama-sama sibuk. Setelah aku dan Rere berbeda sekolah, aku tak tau hubungan Rere dan Radit, ya Rere dan Radit masih satu sekolah bahkan satu kelas namun aku benar-benar tak tau perkembangan hubungan mereka. Terakhir kali Rere masih menghubungiku dan hubungan kami masih baik-baik saja, bahkan aku mengucapkan selamat atas anniversary yang ketiga tahun atas  hubungan Rere dan Radit bahkan aku sudah mempersiapkan hadiah untuk mereka berdua meskipun aku belum menyerahkannya pada Rere tapi setidaknya aku sudah berencana ingin bertemu dengan Rere liburan semester nanti sambil menyerahkan hadiah ini padanya namun akankah aku berubah fikiran? Aku tidak tau, aku belum tau! Beberapa menit kemudian Rere membalas lagi pesanku, namun saat aku membuka pesannya, isi hanya hanya beberapa kata yang membuat aku semakin bingung.
Tanya aja ke Raditnya sendiri
Ya Tuhan… dahiku berkerut, kepalaku benar-benar pening, tiba-tiba suara gedoran pintu terdengar lagi, ibu memanggilku dengan suara cemas. Ya ampun, ini sudah jam 5 sore sedangkan aku masih belum berganti pakaian, belum makan juga pantas saja ibu khawatir. Kubuka pintu kamar yang sedari tadi aku kunci, ibu menyeruak masuk kedalam kamarku memastikan keadaanku, aku berbaring lagi ditempat tidurku entahlah rasanya sangat lemas. Ibu memeriksa keadaanku, beliau nampak cemas melihatku yang sangat kacau, mataku sembab, hidungku merah, kentara sekali aku habis menangis.
“Kamu kenapa? Sakit?” ibu bertanya padaku, beliau mengusap keningku, dengan cepat aku menggeleng karena aku tidak mau ibu mengetahui permasalahanku dengan Rere. Dengan gerakan cepat aku bangun lalu segera kupeluk ibuku, aku butuh sebuah pelukan hangat dari ibu, aku butuh sebuah kekuatan. Ibu membalas pelukanku, merengkuhku erat, pelukan ini begitu hangat seperti memberiku sebuah kekuatan. Aku tak bisa menahan ini, mataku berkaca-kaca tak bisa ku bendung lagi namun ku tak sanggup menceritakan hal ini.
“Ibu, aku sedang tidak baik-baik saja.” jeritku dalam hati, lalu butiran bening in tanpa permisi menetes di dua belah pipiku, dengan pergerakan cepat langsung ku seka pipiku yang sudah basah, demi Tuhan aku tak ingin ibu melihatnya.
“Anggun ada masalah apa, ceritakan pada ibu!” ibu berkata lirih padaku, maaf bu aku tak sanggup menceritakannya.
“Ngga ada ko bu, anggun cuma cape aja.” Jawabku berbohong lagi, sekali lagi maafkan aku Tuhan aku tak bisa berkata jujur pada ibu, maaf…
Ibu melepaskan pelukan ini lalu beliau berkata,”Anggun tidak boleh menyerah meskipun lelah, anggun tidak boleh kalah dengan rasa lelah, ayo bangkit kamu pasti bisa!” mataku berkaca-kaca lagi, Tuhan aku begitu beruntung memiliki ibu seperti ibuku ini wanita kuat yang selalu memberiku semangat, aku tersenyum seolah-olah ibu telah mengobarkan semangat padaku.
***
Suara dentingan jam terdengar dikamar ini, suasana begitu sunyi, malam pun semakin larut, aku masih duduk termenung dikursi sambil menatap buku-buku pelajaran yang berserakan di meja belajarku. Aku tak bisa berkonsentrasi, kejadian ini begitu menyita waktu dan pikiranku! Sungguh aku tak boleh seperti ini terus tapi ini benar-benar menyiksa fikiran dan hatiku. Handphone ku menari-nari diatas meja belajarku, suara getarannya memecah keheningan malam ini. Kubaca layar handphone dan ternyata pesan dari teman-temanku yang menanyakan tentang jadwal besok, hmm aku kira pesan dari Rere. Ku baca lagi percakapan aku dan Rere di handphoneku lalu kuputuskan untuk mengirim pesan lagi padanya.
Rere, aku cuma mau bilang kalo aku ngga pernah jadian sama Radit, maaf kamu salah duga ;(
Berhasil terkirim, aku menunggu reaksi Rere dan beberapa detik kemudian dia membalas pesanku.
Tanya ke Raditnya
Ya ampun kenapa dia balas seperti ini lagi, aku berfikir balasan apa yang ingin aku kirim padanya namun aku putuskan untuk menyakan pada Radit, ya tidak ada salahnya kan toh Rere menyuruhku untuk menanyakannya pada Radit, jadi aku mencari kontak Radit di handphone ku lalu ku fikirkan kata-kata untuk meminta penjelasan padanya.
Radit ini Anggun
Maaf, kenapa Rere nyangka saya jadian sama kamu? Tolong jelasin!
Dan terkirim lalu Radit membalasnya dengan cepat
Saya juga ngga tau.
Dia cuma liat ada sms kamu yang waktu itu.
Deg! Waktu itu? Sebenarnya sms apa yang dibaca Rere? Aku mengernyit ketika membaca sms balasan dari Radit. Kenapa jawaban Radit seperti ini, kenapa dia tak menjelaskan padaku? Aku benar-benar membutuhkan penjelasan karena aku tak mengerti sungguh tidak mengerti akar dari permasalahan ini. Dan aku pun mencoba membalas pesan Radit lagi.
Waktu kapan? Aku ngga ngerti, pls aku ngga mau Rere sakit hati! ;(
Aku mengirim pesan ini pada Radit, ya benar aku benar-benar tak ingin Rere sahabatku sakit hati hanya karena kesalahpahaman ini, aku tak ingin semua terjadi tanpa ku mengerti. Aku menunggu balasan sms dari Radit namun sampai beberapa menit dia tak kunjung membalasnya. Aku kesal, benar-benar kesal! Kenapa dia tak membalasnya? Aku butuh penjelasan! Aku baca lagi sms dari Radit ‘dia Cuma liat ada sms kamu yang waktu itu’ aku bertanya-tanya sebenarnya Rere melihat sms saya yang seperti apa ke Radit? Otakku berfikir keras mencoba untuk mengingat sms apa saja yang aku kirim pada Radit dan setau aku tak ada sms yang berkesan kalau aku merebut Radit. Aku tidak pernah menghubungi Radith kecuali jika memang ada hal yang penting, lalu apa ini, apa maksudnya? Tuhan… aku benar-benar tidak mengerti. Lalu tiba-tiba ingatan ku melayang, aku ingat betul Rere selalu menghubungiku jika ada masalah dengan Radit, Rere selalu menceritakannya padaku apalagi setelah kita tidak satu sekolah lagi, aku ingat betul Rere selalu memintaku untuk menghubungi Radit, ya dia selalu memintaku untuk menghubungi radith jika dia ada masalah dengan Radith. Ah gotcha! Aku mengerti pangkal dari permasalahn ini, apakah ini sebuah jebakan ataukah ini kesalahpahaman?
To Be Continue…
 Thank's for reading :) 
Baca Selengkapnya

CERPEN

Mengenang 8F

“Risty… kamu masuk kelas 8f!” terdengar suara Vita mengagetkanku.
“Serius?” tanyaku tampak terkejut.
“Iya, selamat ya kamu masuk kelas unggulan!” Vita mengulurkan tangannya padaku member ucapan selamat.
“Iya makasih, oh iya kamu sendiri masuk kelas apa?” tanyaku penasaran.
“Ehm, aku juga sekelas sama kamu kok hehe!” Vita memberi tahu dengan ekspresi kebahagiaan. Aku membalasnya dengan senyuman karena aku sangat bahagia bisa sekelas lagi dengan Vita, sahabatku. Kami berdua memasuki kelas 8f mencari bangku yang kosong untuk kami tempati, hari ini hari pertamaku duduk dibangku kelas 8. Beberapa saat kemudian bel berbunyi, upacara bendera akan dimulai. Seluruh siswa berhamburan menuju lapangan.
Matahari memancarkan sinarnya dipagi hari senin yang cerah, upacara sudah berlangsung beberapa menit sebentar lagi akan selesai, namun para siswa-siswi masih tampak tenang dan hening tak ada keributan, mendengarkan kepala sekolah yang sedang menyampaikan amanat.
“Anak-anak sekalian hari ini hari pertama kalian masuk sekolah dan hari ini juga sekolah kita kedatangan guru-guru baru pindahan dari SMP lain.”
Terdengar riuh tepuk tangan membahana seantero lapangan.
“Langsung saja bapak akan perkenalkan guru-guru baru disekolah kita.” Guru-guru baru tersebut maju beberapa langkah kedepan disamping kepala sekolah. “Nah yang pertama ada bapak Riyadi, beliau akan mengajar matematika di kelas 9.” Murid-murid kelas 9 bertepuk tangan riuh ketika seorang guru muda maju untuk memberi salam. “Yang kedua ada ibu Zaskia, beliau akan mengajar matematika dikelas 8 dan akan menjadi wali kelas 8f.” kelas 8 bertepuk tangan ketika wanita paruh baya dinyatakan akan jadi guru matematika, kemudian bapak kepala sekolah memperkenalkan ketiga guru lainnya.
“Ibu Zaskia dandanannya nyentrik yah ris!” Ujar Dea yang berdiri disampingku.
“Iya bener, menurutku Ibu Zaskia orangnya pasti gaul!” jawabku menyelidik.
“Iya, pasti seru kalo jadi wali kelas kita.” Vita ikut nimbrung.
“Tapi bisa aja ibu zaskia itu guru killer, karena mukanya sedikit menyeramkan!” ujar cewek yang berdiri disamping Dea, yang bernama Riri.
“Iya sih, apalagi ibu Zaskia ngajar MTK mungkin aja ibu zaskia galak!” Dea berkata sambil mengamati Ibu Zaskia.
“Semoga aja ibu Zaskia bukan guru killer!” seruh aku.
“Kalo sampe ibu Zaskia guru killer, kita bisa-bisa bosen deh apalagi ibu Zaskia wali kelas kita.” Ujar Vita.
Tak lama kemudian upacara pun selesai, murid-murid berhamburan meninggalkan lapangan. Aku dan Vita memasuki kelas, dikelas aku duduk dibangku paling depan dekat pintu. Dibelakangku ada Dea teman satu ekskulku yang duduk bersama Riri, orang yang baru kukenal.
“Selamat pagi anak-anak!” seorang guru wanita memasuki kelas 8f yang tak lain dan tak bukan adalah ibu Zaskia.
“Pagi bu…” kami menjawab serempak.
“Eh, kita buktiin yah Ibu Zaskia tuh guru killer apa bukan!” Vita berkata pada aku, Dea dan Riri.
“Oke!” jawab aku, Dea, dan Riri.
“Ehm… ehm…” Ibu Zaskia berdehem ketika mengetahui kami berempat masih ribut.
“Eh… perkenalkan nama saya Zaskia, ibu akan mengajar matematika dan juga ibu menjadi wali kelas kalian. Eh… ibu tau kelas ini merupakan kelas unggulan, murid dikelas ini anak yang berprestasi dan ibu ingin kelas ini menjadi kelas yang best of the best!” Ibu Zaskia berkata sambil memandangi murid-murid kelas 8f. “Sebelum memulai pelajaran, ibu akan membuat struktur organigram kelas kita.” Ibu Zaskia mengamati murid-murid dikelas, “Ehm… kamu!” ibu Zaskia menunjuk anak lelaki yang duduk dibangku paling belakang.
“Saya bu…”
“Iya kamu, kamu saya tunjuk jadi ketua kelas.”
“Tapi bu…”
“Sudah tak ada tapi-tapi. Siapa nama kamu?”
“Billy”
“Billy, mulai sekarang kamu jadi ketua kelas dan setelah istirahat nanti kamu susun organigram kelas kita!”
“Baik bu…”
Ibu Zaskia melanjutkan pidatonya didepan kelas, seisi kelas tak ada yang berani bicara. Hening.
***
Beberapa minggu setelah duduk dibangku kelas 8, aku sudah bisa beradaptasi. Sebagian dari murid kelas 8f sudah kukenal karena aku mengikuti ekstrakulikuler sehingga lebih kenal dengan banyak murid.
“Aduh… gimana sih ibu Zaskia, masa yang diremedial matematika harus bawa tanaman obat-obatan, ih sebel…!” Vita mendesah kesal ketika Ibu Zaskia keluar dari kelas seusai pelajaran marematika.
“Iya ribet banget sih, biasanya kalo remedial ya ngerjain soal lagi. Masa suru bawa tanaman! Ngga nyambung banget emangnya pelajaran IPA!” ungkap Riri kesal.
“Iya yah aneh banget!” Ujarku.
“Wajar aja kalo banyak yang diremedi, Ibu Zaskia kalo masuk kelas kita bukannya ngajar malah ngurusin kelas.” Ucap Dea.
Kami sekelas sebenarnya sedikit kesal dengan Ibu Zaskia karena tingkahnya yang kadang-kadang aneh, tapi kami juga bangga pada Ibu Zaskia berkat Ibu Zaskia kelas kami menjadi bersih, rapih dan indah. Dibalik penampilannya yang sedikit nyentrik ibu Zaskia sangat bertanggung jawab, ibu Zaskia membuat kelas kita menjadi kelas yang best of the best, bahkan kepsek pun memuji kelasku, ibu Zaskia dan juga murid-muridnya.
***
Bulan demi bulan berlalu terasa begitu cepat, tak terasa sekarang sudah menginjak semester 2. Dikelas 8f aku dekat dengan Vita, Dea dan Riri. Aku senang berteman dengan mereka, setiap hari kita berempat selalu bersama. Kita sering sekali membahas hal-hal aneh, serem, dll. Pokoknya bersama mereka tiada hari tanpa tertawa. Tak begitu saja, anak-anak 8f cewek-ceweknya narsis-narsis, cantik-cantik dan juga lucu. Kebanyakan cewek-cewek 8f sangat menyukai musik-musik korea, atau biasa disebut k-poppers, tak cuma musiknya dramanya pun tak kalah kerennya. Seperti pagi ini, cewek-cewek 8f lagi bahas korea, masih pagi aja udah ngomongin Super Junior lah, Shinee lah, drama-dramanyalah, pokoknya all about korea, rupa-rupanya demam korea melanda kami.
“Saatnya jam pertama dimulai.” Bel berbunyi semua murid masuk kekelasnya masing-masing. Dikelas sebelum memulai pelajaran kami dibiasakan membaca do’a.
Dikelas 8f didominasi oleh perempuan dan laki-lakinya hanya berjumlah 8 kepala.
***
Hari ini hari pengambilan rapor, hari terakhir bersama ibu Zaskia. Tak terasa satu tahun berlalu begitu cepat…
Banyak kejadian yang kita alami dikelas ini seperti kebiasaan setiap pagi gosipin boyband korea, becanda bareng, nyontek ketika ulangan dan masih banyak lagi kejadian yang terekam dalam memori. Semuanya akan berakhir disini. Kelas 8 adalah masa-masa menyenangkan, ada study tour yang takkan terlupakan bersama teman-teman sekelas dan kelas 8 lainnya, menemukan teman baru dan merasakan pengalaman baru. Bersama Ibu Zaskia, guru yang kita anggap aneh, guru yang kita anggap suka ngasih tugas ngga jelas, tapi berkat beliau kelas kami sering juara, seperti maulid nabi kemarin kelas kami memenangkan lomba membuat nasi tumpeng, berkat beliau kami juara lomba kebersihan kelas, aku bangga kepada ibu Zaskia yang selalu menularkan semangat kepada kami, aku kini sadar Ibu Zaskia melakukan itu semua demi kebaikan kami dan kelas kami.
Aku menatap ruangan kelas 8f, dibelakang kelas yang bercat biru muda menempel foto-foto kami bersama Ibu Zaskia yang diambil beberapa bulan yang lalu…
Aku bahagia bisa duduk dikelas ini, bertemu relung-relung jiwa yang berkepribadian unik dan mengajarkan banyak hal, terimakasih kawan-kawan, love u all and miss u so much J
***


NB      : Teruntuk kawan-kawanku dikelas 8F SMPN 1 Palimanan dan teruntuk ibu guru tercinta, terimakasih untuk satu tahun yang paling menyenangkan dibangku SMP, semoga kelak kita berjumpa dengan membawa kesuksesan kita masing-masing aamiin… aku merindukan kalian.
Baca Selengkapnya

Saturday, December 27, 2014

Cara Mendownload Foto Dari Instagram

Hi guys... kalian pasti taukan instagram? pastinya kalian aktif juga kan diberbagai media sosial contohnya facebook,twitter,path dan yang lagi digandrungi nih instagram! instagram merupakan salah satu media sosial yang isinya mengenai foto-foto dan video yang kita upload. Biasanya kita bertanya-tanya apakah foto-foto yang ada diakun instagram seseorang bisa download? jawabannya bisa! bagaimana caranya? nah disini saya akan memberikan kalian tutorial mendownload foto dari instagram, so buat kalian yang pengen tau simak ya^^
langsung saja, check it out...

  1. Sign in ke akun instagram kalian
  2. Kemuadian cari akun instagram seseorang yang ingin kalian ambil fotonya, disini saya memberikan contoh akun instagram idola saya /http://instagram.com/p/xG5AfyTIf-/
  3. Pilih salah satu foto dari akun seseorang, setelah foto yang ingin didownload ketemu langsung saja klik foto tersebut
  4. klik kanan pada foto yang telah ditentukan lalu pilih inspect elemen

  5. Setelah itu akan mucul tampilan seperti berikut ini
  6. Pilih computed, cari background image kemudian klik urlnya
  7. Kemudian akan muncul tampilan sebagai berikut
  8. Yang harus kalian lakukan setelah muncul tampilan diatas adalah mengklik URLnya, lalu akan muncul tampilan dibawah ini dan inilah langkah terakhir, tinggal save as lalu terdownload
Selesai deh, mudah bukan? silahkan dicoba dan semoga bermanfaat ya guys :)
Referensi gambar dari instagram Shindong Super Junior http://instagram.com/earlyboysd/

Baca Selengkapnya

Thursday, December 25, 2014

Happy Mother's Day

Selamat hari ibu^^ maaf aku telat, telat banget malah tapi seperti kata pepatah "better late than never" jadi gapapa kan? :D
ibu, aku ingat betul saat matrikulasi dulu aku membacakan puisi ini dan aku ingat betul bagaimana tiba-tiba saja butiran bening mengalir didua belah pipiku, ah sangat klise tapi bagimanapun juga aku mencintaimu^^

Ibunda Tercinta
Karya Umbu Landu Paranggi

Perempuan tua itu senantiasa bernama:
Duka derita dan senyum yang abadi
Tertulis dan terbaca, jelas kata-kata puisi
Dari ujung rambut sampai telapak kaki

Perempuan tua itu senantiasa bernama:
Korban, terimakasih dan ampunan
Dengan tulus setia telah melahirkan
Berpuluh lakon, nasib sejarah manusia

Perempuan tua itu senantiasa bernama:
Cinta kasih sayang, tiga patah kata purba
Diatas pundaknya setiap anak tegak berdiri

Menjangkau bintang-bintang dengan hatinya dan janjinya 
Baca Selengkapnya