Friday, July 6, 2018

Tentang Candi Surowono






Candi Surowono merupakan salah satu candi Hindu peninggalan kerajaan Majapahit. Secara administratif, candi ini terletak di Desa Canggu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Terdapat sebuah pos penjaga di sebelah kiri sesudah pintu masuk ketika memasuki area candi. Setiap wisatawan yang ingin mengunjungi candi harus melapor kepada penjaga serta membayar biaya masuk yang jumlahnya berapapun secara sukarela. Saat sudah memasuki area pelataran candi, terdapat papan informasi tentang sejarah Candi Surowono.
Di pelataran candi yang luas terdapat banyak batuan candi yang diletakkan di atas balok-balok beton memanjang. Nampaknya, Candi Surowono belum dalam keadaan sepenuhnya utuh dan bebatuan candi tersebut masih menunggu untuk disusun kembali menjadi candi yang utuh dan indah. Bebatuan candi yang disusun memanjang di pelataran candi sama sekali tidak mengurangi keindahan pemandangan candi karena bebatuan tersebut diletakkan secara teratur dan berjajar di tengah pelataran serta dikelilingi taman yang hijau di samping kanan dan kiri.


Candi Surowono berukuran 7,8 M x 7,8 M dan tinggi 4,72 M, menghadap ke barat. Secara vertikal, arsitekturnya terdiri atas bagian kaki dan tubuh yang terbuat dari batu andesit, sedangkan atapnya sudah runtuh. Candi Surowono merupakan candi yang berukuran kecil dan berbentuk tambun, berbeda dengan candi-candi periode Majapahit lainnya. Meskipun begitu, candi ini memiliki relief yang cantik dan di setiap sudut candi terdapat relief patung raksasa yang dinamakan Gana dalam posisi duduk berjongkok dengan kedua tangan yang seolah-olah sedang menopang bagian atas candi. Kemudian di bagian kaki terdapat relief binatang, sedangkan di bagian tubuh candi terdapat hiasan bunga teratai. Relief-relief tersebut terangkai dengan halus dan mengandung pesan-pesan moral.


Meskipun atap Candi Surowono sudah runtuh, hal itu tidak menghilangkan keindahan candi. Dari badan candi terdapat tangga undakan menuju atap candi, yang merupakan tempat untuk menikmati keindahan seluruh area candi. Dari atap candi, kita dapat melihat pemandangan keseluruhan area candi, dari mulai pelataran candi, taman di depan dan kanan, kiri yang asri, serta pepohonan hijau yang berada di sekitar candi. Berwisata ke Candi Surowo memberikan pengalaman dan pengetahuan baru, oleh karena itu patut untuk dicoba jika memiliki kesempatan untuk berkunjung ke Kediri, Jawa Timur.



Sumber foto: dokumentasi pribadi dan dokumentasi teman
Baca Selengkapnya

Wednesday, June 20, 2018

Surat untuk Juni



Juni, tentang rasa yang datang lalu mati.
Juni, tentang tawa yg lalu menjadi tangis sedih.
Juni, tentang cinta berubah jadi benci.
Juni, tentang rindu yg berubah abu.
Juni, tentang datang kemudian pergi.
pada Juni yang memberikan kebahagian,
pada Juni yang memberi warna mejikuhibiniu
pada Juni yg mengantarkan kesedihan
pada Juni yg mengajarkan cara mengikhlaskan
aku akan belajar ketabahan dari bulan Juni.

kuucapakan terima kasih...
Baca Selengkapnya

Tuesday, June 12, 2018

Table Manner di Cina


Apa itu table manner?


Secara singkatnya, table manner adalah aturan yang harus dilakukan ketika makan bersama di meja makan. Cara table manner pertama kali diperkenalkan oleh bangsa Eropa yang merupakan aturan standar, terutama ketika makan bersama di acara atau jamuan resmi atau pertemuan keluarga. Meskipun demikian, setiap budaya di dunia memiliki aturan yang berbeda terkait table manner, seperti di Eropa, Cina, Jepang, Korea, Amerika, dan Arab memiliki etiket makan yang berbeda.
Table manner menjadi suatu hal yang penting yang harus kita perhatikan ketika kita diundang dalam sebuah jamuan makan di suatu tempat karena jika kita mampu menunjukkan sopan santun di meja makan, maka secara tidak langsung menunjukkan kualitas asosiasi, intelek dan etika seseorang.

Table Manner di Cina
Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang table manner di Cina. Pada budaya table manner di Cina berbeda dengan table manner budaya lainnya. Cina memiliki etiket makan yang unik dan menarik untuk dibahas. Secara garis besar aturan table manner di Cina dapat dibagi menjadi beberapa kelompok, yaitu akan dibahas dibawah ini...


1.  Meja
Meja pada budaya makan di Cina, biasanya menggunakan meja berbentuk bundar dengan di tengahnya terdapat meja putar bundar (lebih dikenal dengan nama Lazy Susan). Meja berbentuk bundar lebih sering dipakai daripada meja berbentuk persegi panjang atau persegi. Meja berbentuk persegi/persegi panjang biasanya digunakan untuk kelompok dengan angka kecil, sementara meja bundar dipakai untuk kelompok dengan jumlah besar.
Pada meja bundar terdapat meja putar di tengahnya, yang lebih dikenal dengan nama Lazy Susan untuk memudahkan ketika mendistribusikan hidangan di antara pengunjung. Lazy Susan biasanya terbuat dari berbagai bahan, seperti kaca, kayu atau plastik. Di atas meja tersebut juga ditata piring besar dengan mangkuk nasi kecil, satu set sumpit, sendok, dan cangkir teh kecil.

2.  Tempat duduk

Terdapat aturan tempat duduk dalam table manner di Cina pada jamuan formal yang berdasarkan senioritas dan hierarki organisasi. Terdapat kursi kehormatan untuk orang dengan status tertinggi atau orang yang paling tua, kursi tersebut terletak di tengah menghadap pintu masuk. Kursi di dekat kursi kehormatan untuk orang dengan status tinggi. Sementara orang dengan status lebih rendah duduk lebih jauh.

3.  Pengaturan tempat

Pengaturan tempat yang dimaksud adalah perlengkapan makan di atas meja makan. Di meja makan setidaknya terdapat satu set sumpit, sebuah sendok, cangkir kecil, piring besar dan mangkuk nasi. Sebagai tambahan biasanya terdapat pemegang sumpit, gelas besar untuk wine dan gelas kecil untuk baiju.

4.  Makan




Makan dimulai ketika orang yang paling tua mengatakan “mari makan”, lalu ketika yang paling tua sudah mulai makan selanjutnya semua bisa mulai makan. Semua hidangan harus dimakan menggunakan sumpit dan ketika makan menggunakan mangkuk, maka mangkuk harus diangkat. Kita juga harus mengambil makanan yang tersedia di depan kita.
5.  Etiket minum


Pada jamuan formal, biasanya selalu disediakan teh atau bir. Ketika kita akan minum, maka gunakanlah tangan kanan dan pegang gelas sedikit lebih rendah serta jangan lupa untuk bersulang dengan orang lain.
Beberapa hal yang harus diperhatikan saat menggunakan sumpit
1.     Jangan menggunakan sumpit Anda untuk mencari isi sup
2.    Jangan menggunakan sumpit Anda untuk beberapa hidangan
3.    Jangan mengambil makanan dengan menusuknya dengan sumpit Anda
4.    Jangan menjilat ujung sumpit Anda
5.    Jangan menyentakkan piring atau mangkuk dengan sumpit Anda
6.    Jangan meletakkan sumpit Anda berdiri diatas nasi
7.    Dll bisa dilihat pada gambar


Kesimpulan

Setiap negara memiliki tata cara makan yang berbeda, salah satunya Cina yang memiliki etiket makan yang unik dan menarik untuk dipelajari. Table manner menjadi penting agar ketika kita berkunjung ke suatu tempat yang baru, kita bisa menyesuaikan diri dengan etiket makan di tempat tersebut.

Referensi:
Images from google image
      
      https://www.chinahighlights.com/travelguide/chinese-food/dining-etiquette.htm
      https://www.chinatravel.com/facts/chinese-table-manners.htm
      http://www.cits.net/china-travel-guide/traditional-chinese-table-manners.html
      https://www.travelchinaguide.com/essential/chinese-etiquette/table-manners/
      https://www.tripsavvy.com/chinese-table-manners-1458297

Baca Selengkapnya

Saturday, June 9, 2018

Hujan Bulan Juni

Hujan Bulan Juni
(Sapardi Djoko Damono)



Tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

Tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

Tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu


Baca Selengkapnya

Friday, June 1, 2018

Tentang Kecewa


Aku sering berharap lebih pada manusia, hingga pada akhirnya ketika harapanku tak terpenuhi maka aku kecewa.
Aku pernah berharap pada sesuatu yang entah akan terjadi atau tidak, hingga pada akhirnya ketika harapanku tak tercapai maka aku kecewa...
Aku juga selalu berharap pada sesuatu yang tak tentu dan ketika hal tersebut tak kunjung terpenuhi, maka aku kecewa.
Aku sering menangis, aku mengadu mengapa hal tersebut harus terjadi padaku.
Aku kesal, aku marah, aku tak tahu harus bagaimana, yang bisa kulakukan hanyalah menangis, berteriak didalam diamku.
Namun, aku bisa belajar dari hal-hal yang membuatku kecewa, aku sadar satu hal bahwa rasa kecewa itu yang membuatku kesal, marah, jengkel, menangis, kesemuanya itu karena satu hal, yaitu aku terlalu berharap pada manusia, aku terlalu berharap pada sesuatu yang entah, aku terlalu berharap pada sesuatu yang tak tentu...

“Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” (QS. Al-Insyrah: 8)
maka renungilah... 
(sebuah catatan untuk diriku)



Baca Selengkapnya

Surat untuk Mei


Mengapa kamu semakin jauh? Semakin tak terlihat, semakin tak tergenggam
Segala tanya diawal kalimat ini adalah yang ingin kutanyakan padamu, namun kusadar pasti tak akan terjawab! Sial!
Aku rindu, sangat, rindu ini tak berkesudahan.
Aku mencoba sabar karena aku yakin segala rindu akan menemui batasnya, segala tunggu akan berujung temu, meski entah kapan, aku pun tak tahu...
Apa kabarmu? Semoga kebaikan selalu menyertaimu.
Aku takut, aku khawatir tentang kamu, yang bahkan bukan sesiapaku.
Kamu dimana? Aku rindu pada sosokmu yang selalu mencoba menenangkanku.
Kalau boleh aku cemburu, aku cemburu pada mereka yang bisa dekat denganmu, yang bisa bertemu denganmu, tanpa mengenal batasan apapun. Namun sekali lagi aku harus sadar diri, aku bukan sesiapamu...
Aku bisa apa untuk menebus segala rindu pada jiwa yang entahlah merasakan yang sama atau tidak!
Aku berteriak dalam kesendirianku, mencoba berdamai dengan keadaan.
Dalam diam, dalam sujudku, aku pinjam namamu untuk kusampaikan pada Tuhan bahwa aku sangat rindu, bahwa aku ingin engkau selalu dalam lindungan-Nya.


Baca Selengkapnya

Wednesday, May 2, 2018

Surat untuk April


Adalah bulan yang penuh kesibukan, namun persetan dengan rindu yang tetap saja datang.
Mengapa demikian?
Adalah bulan yang sama seperti sebelumnya, yang sejauh dapat kukenang engkau tetap belum datang.
Adalah bulan masih penuh kenangan tentang dikau yang sembunyi dimana?
Aku harus menanyakan ke siapa? Bahwa aku masih rindu, bahwa aku hanya bisa terdiam.
Sebuah pesan tak jadi kukirim yang sejujurnya ingin sekali kusampaikan, namun ku tahu bahwa kau akan mengabaikanku untuk kesekian kalinya.
Mata sendumu menyiratkan tanda tanya,
Mulutmu yang hanya melontarkan sedikit kata, pun menyimpan rahasia.
Mengapa tak kau katakan saja, katakan yang sejujurnya, tapi kumohon jangan katakan kalau kau sudah tak mencintaiku karena itu teramat sangat menyakitkan!
Karena luka akibat masa dimana aku disakiti pun masih menyisakan trauma,
Namun kau sudah mengatakannya bahwa kau tak mencintaiku dan kata-kata itu masih terngiang dibenakku, mengapa kau setega itu?
Aku takut, takut kehilangan jiwa yang sejatinya bukan milikku!
Aku gundah, gundah karena memikirkan bagaimana seandainya semua ini tidak terjadi!
Aku rindu, aku ingin bertemu!

Semua yang kusebutkan adalah bentuk pernyataan atau pertanyaan yang pada akhirnya aku tak tau apa jawabnya karena kau hanya diam membisu. Dingin. 
Baca Selengkapnya